Tulisan ini mungkin aku harus bagi menjadi beberapa bagian. Dan ini adalah bagian pertamanya.

Hebat ya daku. Dari yang dulunya seorang perempuan takut banget
bersinggungan sama dunia anak (bahkan saking segannya sama anak kecil,
dulu aku sama sekali gak mau megang anak kecil, meski cuma untuk mangku
atau gendong beberapa detik aja - sampai ibuku dulu sering marah,
karena aku sama sekali gak bisa diandalkan untuk jaga keponakan atau
anak sodara yang berkunjung ke rumah hehehehh) -- nah trus sekarang
bisa dibilang, kalo memang ada pilihan yang memungkinkan, maka lebih
baik waktu yang ada, aku nikmati bareng sama buah hati ku.

Tentunya sebagai orang tua baru aku gak mungkin bisa langsung mahir dan
paham semua masalah dan kondisi yang datang saat berinteraksi dengan
anak ku. Karena keterbatasan dan ketidak tahuan (boleh dibilang sama
sekali gak ngerti dan gak tahu gimana caranya megang, ngerawat,
ngajarin anak) -- maka dengan penuh kesadaran aku rajin baca dan cari
informasi tentang merawat dan membimbing anak.

Sejak masa kehamilan, entah sudah berapa banyak buku yang aku beli, aku
pinjam, aku baca. Buku tentang kehamilan, tentang calon bayi, buku nama
bayi, buku tentang proses kelahiran, tentang bayi usia 0 - 1,
dst. Mungkin karena kita hidup jauh dari keluarga dan sanak
saudara, maka mau tidak mau aku harus cari tau banyak hal. Entah dari
sekedar cari tau jenis makanan dan menu, sampai model dan sistem
membimbing anak bermain dan belajar.

Salah satu hasil rangkuman proses belajarku (yang tentunya bakalan jadi
serial tak habis-habis nih hehehhe), adalah tulisan berikut ini.

Pertama sebelum lebih jauh lagi, mungkin aku harus ngingetin diriku
dulu dengan salah satu karya Gibran yang jadi favoritku. Maksudnya,
supaya dalam kegembiraan menuangkan dan meluangkan begitu banyak waktu
dan usaha bermain bersama putraku, tetap aku berpegang pada beberapa
prinsip dasar. Salah satunya adalah seperti yang diungkapkan Gibran
berikut ini.


Children
by: Khalil Gibran (1923)

And a woman who held a babe against her bosom said,
"Speak to us of Children."


And he said:


Your children are not your children.

They are the sons and daughters of Life's longing for itself.

They come through you but not from you,

And though they are with you, yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts.

For they have their own thoughts.

You may house their bodies but not their souls,

For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.

You may strive to be like them, but seek not to make them like you.

For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.

Let your bending in the archer's hand be for gladness;

For even as he loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.



Well, semoga aku bisa tetap berbuat yang terbaik buat diriku dan
buat
keluargaku. Ok, selanjutnya -- Bagian pertama ini mungkin isinya adalah
bagaimana aku bermain dan belajar bersama si baby. Tentunya tulisan ini
dibuat berdasarkan rangkuman dari pengalaman pribadi yang tentunya
ditunjang beberapa sumber informasi (buku dan materi online).
Pembagiannya bisa dimulai dengan melihat perkembangan umur si kecil ya.
Kalo dilihat
secara sekilas pembagian periode perkembangan anak berdasar umur, maka
mungkin bisa kita kategorikan menjadi:

  • Babies (0-23 bulan)

  • Batita atau toddlers (24-35 bulan)

  • Balita atau preschoolers

Babies

Sejak bayi dilahirkan, dia berpotensi untuk belajar. Meskipun
terlihat lemah dan tak berdaya, bayi yang baru lahir telah memiliki
kemampuan untuk mulai belajar dengan inderanya; meraba, menyentuh,
memegang, mendengar, lalu kemudian melihat (meskipun perlahan-lahan
untuk bisa melihat dengan jelas, setelah beberapa waktu). Bayi kecil
menangis, babbling (clumitan kalo kata ibuku hehehh), bergerak
menggapai-gapai dan sebagainya. Karenanya waktu bermain adalah saat
yang tepat untuk membimbing perkembangan baby.

Menurut beberapa info yang sempet aku baca, sel otak bayi tumbuh dengan pesat teruama pada bulan-bulan awal dalam kandungan. Saat dilahirkan, otak bayi
terdiri dari semua neuron yang diperlukan selama hidup untuk belajar,
yaitu sekitar 100 sampai 200 milyar sel otak (ini kalo gak salah inget ya). Namun demikian, perkembangan otak dan kemampuan bayi untuk belajar sangat pula
tergantung pada apa yang diawali bayi pada awal hidupnya. Sel otak bayi
mampu mengolah pengalaman sensorik baru dan menyimpannya untuk digunakan nantinya. Karenanya semakin banyak hal baru yang dialami bayi, akan semakin banyak pula kesempatan yang dimiliki bayi untuk mempelajari hal baru, termasuk pula membentuk metode dalam mempelajari suatu proses yang terjadi (baik yang dilihat atau yang dialami oleh si bayi).

BATITA

PreSchool

(ntar lanjutin lagi kapan2x yak ....)





Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help